LAPORAN BACAAN KE 8
Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Setidaknya, ada 5 komponen pembelajaran yang memungkinkan terlaksananya proses pendidikan, yaitu:
- Tujuan pembelajaran merupakan kompetensi yang berusaha dicapai oleh peserta didik.
- Peserta didik, mereka yang mengikuti program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya di bawah bimbingan tenaga pendidik.
- Guru atau tenaga pendidik yang bertugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan mengevaluasi peserta didik.
- Kurikulum sebagai rancangan pendidikan, merupakan sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam setiap tingkatan.
- Interaksi antara peserta didik dan tenaga pendidik, karena proses pendidikan akan terjadi apabila ada interaksi antara komponen pembelajaran.
Macam-Macam Strategi Pembelajaran
Bila dilihat dari penyajiannya strategi pembelajaran dibagi 2 yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual. Strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata.
Metode pembejaran yang bisa dipilih dari konsep strategi pembelajaran adalah 1.Ceramah,2.Diskusi kelompok,3.Demonstrasi ,4.Simulasi, 5.Pengalaman lapangan,6.Mind Mapping,
7.Drama.dan lain-lain.
Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada 5 yaitu :
1. Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)
adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri.
2. Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)
didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) sebagai: Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbul-simbul dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.
3. Strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah)
adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan (Duch,1995).
4. Strategi Project Based Learning (PBL)
(Pembelajaran Berbasis proyek)
adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
5. Strategi Saintifik Learning (SL) ( Pembelajaran Ilmiah)
adalah Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pemakaian bermacam-macam strategi pembelajaran adalah agar tercapai standar kompetensi kelulusan. Kopentensi kelulusan meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan.Untuk memperkuat pendekatan ilmiah atau scientific maka diperlukan strategi pembelajaran berbasis menyingkap/penelitian (discovery/inquiry learning) Sedangkan untuk mendorong peserta didik guna menghasilkan karya nyata, baik induvidu maupun kelompok maka strategi penbelajaran berbasis proyek (Project Based learning) sangat ditekankan.
Contoh strategi pembelajaran yang sering diterapkan di beberapa tempat oleh pendidik yaitu sebagai berikut:
1. Siswa Bermain Peran
Strategi ini dilakukan supaya siswa dapat memainkan peran berdasarkan karakter yang diberikan, misalkan pendidik memberikan contoh peran yang akan dimainkan dalam jangka waktu tertentu. Contoh ini dapat mengajarkan siswa meniru karakter orang lain.
2. Siswa Menuliskan Pengalaman
Strategi pembelajaran ini dilakukan untuk mengasah kreatifitas otak siswa dalam menulis dan berpikir kembali ke pengalaman menarik atau sedih yang pernah terjadi. Dengan demikian, siswa dapat mengekspresikan sesuatu melalui tulisan.
3. Siswa Membaca dengan Keras
Setelah menuliskan pengalaman, siswa juga bisa diajak untuk membacakan pengalaman yang sudah ditulis tersebut dengan keras di depan kelas. Strategi ini dilakukan untuk melatih mental siswa.
Membaca di depan kelas dapat menambah percaya diri pada siswa. Selain itu, siswa lain juga dapat menyimak dengan baik apa yang akan dibacakan oleh temannya.
4. Siswa Mencari Informasi
Strategi ini dilakukan secara berkelompok, di mana setiap kelompok diberikan topik yang berbeda.
Setiap topik yang diberikan harus dicarikan informasi, entah informasi dari internet atau wawancara dengan narasumber. Ini melatih siswa untuk dapat berdiskusi dengan temannya. Diskusikan hasil atau solusi referensi untuk informasi yang terbaik.
5. Siswa Melakukan Debat
Contoh strategi pembelajaran ini cukup baik dilakukan di dalam kelas. Pendidik dapat membagi siswa menjadi dua kelompok dengan topik yang sama namun berbeda sudut pandang atau pro dan kontra.
Debat dimulai dengan memberikan jawaban dan alasan dari masing-masing kelompok. Strategi ini dilakukan supaya siswa dapat melatih teknik dalam berbicara. Selain itu, siswa dapat memberikan pendapat dan sanggahan dari permasalahan yang dihadapi.
Sumber
https://www.sdn2rajekwesi.sch.id/blog/dummy-data-6#:~:text=Strategi%20pembelajaran%20adalah%20suatu%20kegiatan,dicapai%20secara%20efektif%20dan%20efisien.
https://www.zenius.net/blog/strategi-pembelajaran
https://amp.suara.com/lifestyle/2021/10/13/123831/memahami-strategi-pembelajaran-macam-contoh-dan-pengertiannya
Komentar
Posting Komentar